Jika tidak, mengapa banyak yang saling menjatuhkan hanya untuk mendapatkan hal yang ia anggap sebuah kemenangan?
Jika memang tujuannya adalah untuk mencapai sebuah kemenangan, bisa dijelaskan apa definisi kemenangan itu?
Setiap orang pasti dapat memberikan deskripsi yang berbeda terhadap kemenangan pun tujuan mereka. Lantas, mengapa harus dijadikan sebuah perlombaan jika sejak awal garis kemenangannya sudah tidak sama?
Banyak yang bilang menjadi orang dewasa adalah hal yang cukup melelahkan. Seringkali orang yang sudah memiliki KTP, pekerjaan, dan penghasilan, serta orang yang sudah berada dalam usia di mana dia diharuskan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, dianggap sebagai orang dewasa.
Dulu waktu masih jadi anak sekolah, rasanya gue ingin cepat-cepat menjadi orang dewasa tanpa pernah paham maksud dewasa yang sesungguhnya. Setelah dipikir-pikir, mungkin dulu keinginan itu terlintas karena rasa penasaran terhadap hal-hal yang hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang katanya sudah 'dewasa'.
Akhir Januari 2021, bisa dibilang adalah awal tahun yang cukup berat untuk gue lalui.
Banyak sekali hal diluar ekspektasi yang datang bertubi-tubi. Rasanya seperti mimpi buruk yang nggak berujung. Perasan bersalah, cemas, khawatir, sedih, marah, kesal, kecewa, hampir gue rasakan setiap malam sejak gue harus diisolasi di wisma atlet.
Pernah merasa kalau orang lain bergerak terlalu cepat dan meninggalkan kita yang bahkan belum memulai apapun?
Sejak menginjak tingkat akhir, gue seringkali merasakan hal tersebut.
Rasanya seperti ada banyak sekali hal yang harus dikejar secepat mungkin, dan ketika orang lain lebih dulu sampai ke titik yang dikejar, gue benar-benar merasa tertinggal jauh.
Meskipun terlihat begitu samar, perbedaan itu amat terasa.
Sepertinya selama ini aku lebih memilih berpura-pura buta akan perbedaan-perbedaan samar itu, tetapi satu yang tak bisa dipungkiri, perasaan itu selalu ada.