Apa salahnya untuk menangis?
Sejak gue kecil, orang-orang selalu mengajarkan bahwa menangis itu nggak akan bisa menyelesaikan apapun.
Banyak yang bilang, “Jangan nangis,” atau “Gaboleh nangis!” seakan-akan menangis adalah hal terlarang yang nggak boleh dilakukan dunia ini.
Miris, ya?
Bahkan untuk mengeluarkan emosi aja kita masih suka dikekang oleh orang lain.
Memang, apa salahnya untuk menangis? Apa itu akan merugikan orang lain? Seolah kalau kita menangis, kita jadi terlihat benar-benar menyedihkan?
Padahal kenyataannya, enggak sama sekali.
Menangis itu bukan menunjukkan kalau lo lemah. Itu manusiawi.
Beberapa orang punya cara yang berbeda untuk overcome their problem.
Orang-orang juga punya berbagai cara untuk menyembuhkan rasa stress dan sakit hati yang mereka rasakan.
Salah satunya adalah dengan menangis.
Meluapkan emosi dan perasaan yang selama ini mereka pendam, yang selama ini mereka tahan.
Coba bayangin, kalau orang lagi jatuh sejatuh-jatuhnya, kebingungan, nggak tau harus melakukan apa, dan ujung-ujungnya dia cuma bisa menangis.
Terus, waku dia nangis, lo justru nyuruh dia untuk berhenti.
“Jangan nangis..”
“Cengeng banget lo”
“Udah gede kok masih nangis.”
“Ga capek apa nangis mulu?”
Capek. Capek banget, tapi gue bisa apa? Pura-pura bahagia?
Tau nggak situasi apa yang paling membuat gue merasa sakit, dan hampir hilang keinginan untuk hidup di dunia ini?
Situasi sedih, bingung, putus asa, gatau mau kemana, dan pada saat itu, gue nggak bisa apa-apa. Bahkan menangis sekalipun.
Rasanya kayak mati.
Perasaan lo mati. Nggak bisa apa-apa, gatau lagi harus gimana.
Ya.. jadi, kalau lo mau nangis, nangis aja sekenceng-kencengnya. Nangis selama yang lo mau sampai perasaan lo menjadi lega.
Nggak ada salahnya untuk bersedih, nggak ada salahnya untuk menangis.
Yang salah itu, orang-orang yang memaksakan kehendak mereka, menyuruh kita untuk bahagia padahal situasinya sedang nggak mendukung sama sekali.
Kita gak bisa selamanya merasa senang, bahagia, positif, gak bisa.
Dan gak usah dipaksa.
Lakukan apa yang bisa lo lakukan untuk membuat diri lo merasa lebih baik. Semua itu kendali lo, semua itu hak lo.
Setiap orang itu berbeda. Nggak bisa dipaksa untuk sama. Hargai cara masing-masing orang dalam menjalani fase hidup mereka.
You will heal when you are ready to. Not when they said you should.