Dewasa bukan hanya sekedar usia.


Banyak yang bilang menjadi orang dewasa adalah hal yang cukup melelahkan. Seringkali orang yang sudah memiliki KTP, pekerjaan, dan penghasilan, serta orang yang sudah berada dalam usia di mana dia diharuskan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, dianggap sebagai orang dewasa.

Dulu waktu masih jadi anak sekolah, rasanya gue ingin cepat-cepat menjadi orang dewasa tanpa pernah paham maksud dewasa yang sesungguhnya. Setelah dipikir-pikir, mungkin dulu keinginan itu terlintas karena rasa penasaran terhadap hal-hal yang hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang katanya sudah 'dewasa'.

Sekarang, ketika gue sudah dapat memaknai arti dewasa, rasanya gue malah ingin kembali menjadi anak-anak karena bagi diri gue yang berumur 20 tahun, dewasa bukan hanya sekedar rutinitas dan usia.

Melihat dari orang-orang yang ada di sekitar, beberapa yang menganggap ataupun merasa bahwa dirinya adalah orang dewasa, seringkali bersikap kekanakan tanpa ia sadari.

Terkadang masih suka memaksakan kehendak, pun merasa bahwa dirinya tahu lebih banyak hal dari orang lain yang dianggap lebih muda, dan hal itu nggak menutup kemungkinan kalau dalam beberapa situasi, ia selalu merasa bahwa dirinyalah yang paling benar.

Padahal menurut gue seharusnya enggak begitu.

Dewasa bukan hanya sekedar tua-muda ataupun usia.

Lebih dari itu, ketika sudah menjadi orang dewasa, kita harus dapat mempertanggungjawabkan pilihan kita, bersikap bijak, dan tidak melulu menyalahkan oranglain maupun keadaan ketika sedang berada dalam posisi tidak mengenakkan.

Menjadi dewasa adalah dengan mengerti bahwa selama kita menjalani hidup, segala sesuatu tidak selalu berada di dalam genggaman dan kendali kita, mengerti bahwa untuk belajar tidak harus selalu melalui orang yang lebih tua pun paling ahli.

Kalau bisa ngobrol dengan diri gue saat masih duduk di bangku sekolah, hal yang ingin gue katakan adalah, “Nggak perlu buru-buru untuk menjadi dewasa, nanti juga akan tiba waktunya. Setiap fase dalam hidup punya momen yang berharga, tergantung dengan gimana cara kita menikmatinya. Masalah bukan jadi alasan untuk menyerah. Setidaknya, belum saatnya.”