You'd never know what's inside someone's heart.


Kamu nggak akan pernah tau apa atau bagaimana isi hati seseorang.

Banyak, banyak sekali orang yang hatinya sudah hancur berkeping-keping, tercabik-cabik, tak berbentuk, tetapi tidak menunjukkannya kepada siapapun.

Banyak pula orang yang isi hatinya sedang mendung, kelabu, redup, tetapi tetap menampilkan senyum terbaik yang ia miliki.

Pun ada yang hatinya telah kelam, mati, tidak merasa apapun namun tetap menjalani hidup.

Terlihat kuat, memang. Tapi kita nggak bisa menjadi kuat setiap saat, atau selalu bersandiwara seakan semua baik-baik saja.

Banyak yang bilang, badai pasti berlalu. Tapi dalam beberapa hal yang gue alami, badai itu nggak berlalu. Dia tetap ada di sana, dan terkadang kembali di saat tertentu.

Mungkin, berlalu bukanlah kata yang tepat untuk mengusir badai.

Terkadang kita hanya perlu menerima hal yang tidak mengenakkan itu, menyadari bahwa itu adalah bagian dari kehidupuan, bukan mengusir atau menghapusnya. Apalagi berpura-pura tegar dalam menghadapinya.

Untuk yang sedang berproses dalam menyembuhkan luka, mungkin tidak akan bisa hilang hanya dengan hitungan malam pun hari, atau mungkin akan menetap di sana dalam kurun waktu yang lama.

Tapi, yakini satu hal bahwa sebenarnya, luka yang kamu miliki pasti membantumu untuk bertumbuh.

Memang, kamu nggak akan pernah tau isi hati orang lain. Tapi kamu dapat membantu dengan tetap berada di sisinya, menemani, tidak banyak berkomentar pun mengkritik, dan tidak meninggalkannya seorang diri.