Suatu peristiwa ketika bertambah usia.
Ada kalanya gue ingin sekali menulis, tapi malah nggak bisa mendeskripsikan apapun yang gue rasa pun yang ada di kepala.
Mungkin, itu sebabnya kenapa belakangan ini gue jarang sekali menulis.
Rasanya agak sedikit aneh, tapi kalau bukan dengan menulis, gue nggak ngerti harus mengutarakan ini dengan cara apa lagi.
Jarang orang yang bisa mengerti.
Omong-omong, sebentar lagi gue bakalan masuk ke tahap baru dalam hidup gue, dan entah kenapa belakangan ini gue malah sering merasa sendu.
Gue merasa kalau banyak hal di sekitar gue yang udah berubah, begitupun orang-orang terdekat gue.
Entah ini memang benar adanya atau cuma gue yang terlalu berlebihan, tapi gue merasa... berbeda.
Gue enggak bisa senyaman dulu.
Hal-hal yang dulu rasanya sangat menyenangkan, lama-lama malah jadi membosankan.
Tawa yang sering terdengar, sekarang sudah pudar.
Sebagian besar berubah, seakan orang-orang bergerak dan cuma gue sendiri yang diam kebingugan.
Gue sempat beberapa kali meyakinkan diri gue bahwa semua ini bukan masalah besar. Gue coba untuk menyakinkan diri gue sendiri bahwa semua ini tuh bukan apa-apa, dan gue harus bisa untuk mengikuti perubahan ini.
Tapi gue nggak kunjung menemukan nyaman yang seperti dulu.
Gue jadi lebih sering untuk menahan diri, dan bertanya-tanya yang bahkan pertanyaan itu sama sekali nggak bisa gue lontarkan secara langsung, nggak bisa gue tanyakan secara langsung.
Pada akhirnya, gue mencoba untuk mencari jawabannya sendiri, dan itu sangat memusingkan.
Belum lagi beberapa hal yang sangat nggak terduga dan mengganggu kepala gue mulai bermunculan.
Gue nggak ngerti harus gimana lagi mendeskripsikan perasaan gue saat ini.
Dan kadang ada satu situasi di mana gue menyadari bahwa mungkin, sebenarnya, gue belum siap untuk menjadi dewasa.
Gue juga nggak bisa untuk bilang “Jangan berubah!” karena itu adalah hal-hal di luar kontrol gue.
Haah.. kadang hidup tuh emang lucu, ya.
Hanya dalam beberapa waktu aja lo bisa kehilangan. Hanya dalam beberapa waktu aja, lo bisa menjadi orang lain yang terasa begitu asing.
Sedih. Banget.
Tapi ya... mau gimana lagi, kan. In the end, balik lagi ke diri sendiri.
Semoga selalu diberkahi dengan kebahagiaan, entah itu kamu yang dulu atau sekarang, pun aku yang dulu maupun sekarang.
Mungkin semesta punya rencana, dan satu di antara ribuan rencana itu adalah dengan mempertemukan kita dalam proses menjadi dewasa.
Bertambah usia bukan berarti aku harus dipaksa menjadi dewasa, kan?
Terima kasih untuk semua yang sudah mampir ke dalam hidup dan memberikan banyak pelajaran untuk terus berproses.