Berpegangan, suatu saat kita dapat saling menguatkan.


Akhir-akhir ini banyak sekali hal yang gue alami, dan berujung menjadi pikiran-pikiran kecil yang sebetulnya belum tentu terjadi.

Mungkin memang lagi masanya, tapi dampak yang diberikan kepada kegiatan sehari-hari, juga perasaan gue itu cukup besar.

Kurang fokus, nggak makan dengan teratur, jam tidur berantakan, dan mengalami perubahan emosi yang begitu signifikan.

Gue bahkan sempat merasa kesal dengan diri sendiri karena hal itu. Gue uring-uringan seharian, mood bener-bener nggak jelas dan sulit buat dikendalikan.

Pada saat-saat seperti itu, rasanya memang berat, dan seringkali merasa nggak ada orang lain yang perhatian ataupun mengerti dengan keadaan diri sendiri.

Bahkan diri sendiri juga bingung dengan apa yang sedang terjadi.

Kadang lebih sering bengong, atau memikirkan segalanya dengan kepala yang mumet, seakan ada benang kusut sekali yang harus diluruskan dan bingung untuk memulai dari mana.

Beruntungnya, di saat seperti itu, gue masih memiliki orang yang bisa mengerti.

Dan itu benar-benar berarti.

Rasanya dia udah seperti buku harian berjalan, tempat dimana gue bisa menceritakan segala kejadian tanpa harus merasa takut terlihat bodoh atau aneh, dan tanpa merasa takut akan dihakimi.

Memang benar kita bangkit dari terpuruk itu atas kemauan dari dalam diri sendiri, tapi terkadang tanpa gue sadari, ternyata ada orang yang membantu untuk menopang agar gue tidak benar-benar jatuh seluruhnya.

Dan gue sangat amat berterima kasih atas kehadiran mereka, yang selalu menyediakan tempat untuk berbagi cerita.

Semoga untuk kedepannya, kita masih bisa menjaga hubungan, tetap berpegangan, dan saling menguatkan.

Terima kasih karena sudah hadir.

Gue harap gue juga dapat menjadi sosok yang seperti itu dalam hidup lo atau bahkan dalam hidup orang lain yang sedang membutuhkan tempat untuk istirahat sejenak dari penatnya problematika kehidupan mereka.

Bahagia selalu ya, orang-orang kuat!