Impian yang Tidak Tersampaikan.
Dulu gue memiliki baaaaanyak sekali impian untuk masa depan. Namun, gue tidak pernah membicarakannya kepada orang-orang.
Bahkan sampai sekarang, sampai impian itu perlahan gugur satu per satu karena gue merasa bahwa hal itu tidak masuk akal.
Kadang, kalau gue boleh jujur, gue benar-benar merasa sedih ketika gue menyadari bahwa untuk memiliki impian saja harus diatur oleh orang lain.
“Kamu nggak boleh ini ...”
“Bapakmu nggak suka ...”
“Mau jadi apa kamu kalau kayak begini?”
“Lo yakin mau begini?”
“Yang bener aja, kalau begini nanti ke depannya lo mau jadi apa?”
Itu hanya sebagian kecil. Masih banyak kalimat lain yang mungkin, terdengar biasa namun, mampu membuat kepercayaan diri gue menurun drastis hingga kadang merasa.. sedih.
Sedih yang sulit utuk dideskripsikan.
Tapi, gue tidak pernah mengatakan apapun terkait hal tersebut.
Nggak tau kenapa, mungkin memang gue yang terlalu cemen dan malas untuk cari ribut.
Namun, satu yang nggak bisa dibohongi, gue sakit hati.
Dan sekarang, gue jadi takut untuk bermimpi.
Semenyeramkan itu omongan orang lain. Sebegitu berpengaruhnya kata-kata mereka.
Apa tidak boleh kalau gue memimpikan hal-hal yang mereka anggap tidak masuk akal?
Memang apa salahnya? Apa itu menyakiti kalian?
Seburuk itukah untuk bermimpi sampai-sampai harus dinilai rasional atau tidaknya sebuah mimpi?
Bahkan ketika menulis ini, gue masih merasa sedih.
Kenapa, ya? Apa yang salah dari semua ini?
Terimakasih atas sarannya terhadap impian gue. Terimakasih juga sudah membuat gue membuang jauh beberapa impian gue yang sudah ada sejak kecil.
Semoga, kamu nggak merasakan hal yang sama, ya.