Sebuah pertanyaan, beragam jawaban.
Gimana, ya, rasanya jadi mereka?
Yang selalu terlihat bahagia dan punya banyak teman untuk diajak cerita.
Yang bisa menghabiskan hari ini seakan-akan hari esok udah nggak ada dan nggak merasa takut sekalipun.
Yang selalu santai tanpa harus memikirkan hal-hal yang bahkan sebenarnya nggak perlu dipikirkan tapi selalu kepikiran.
Yang bisa tidur dengan nyenyak tanpa merasa cemas akan hari esok dan seterusnya.
Yang bisa keluar dengan teman, mampir ke tempat makan, belanja, jalan-jalan, tanpa harus mikirin uang simpenannya bakal habis atau engga.
Gimana, ya, rasanya jadi mereka?
Apa rasanya sangat bahagia? Atau semua itu hanya hal semu yang bisa berganti ketika waktunya tiba?
Katanya, setiap orang punya masalah dan urusannya masing-masing, dan gue pun paham akan hal itu.
Hanya terkadang, gue merasa benar-benar kagum kepada mereka yang masih bisa menyelesaikan segala permasalahan dalam hidup mereka dengan tawa.
Iya, pasti semua ada masa jatuh bangunnya, dan semua itu memiliki porsi yang seimbang.
Jatuh pasti selalu disusul oleh Bangkit, tetapi mungkin terkadang, bangkit datang sedikit agak terlambat.
Tapi itu nggak masalah, karena ketika jatuh, lo, gue, kita nggak sendirian.
Lo punya temen yang bisa diajak cerita dan bikin lo ketawa.
Lo nggak perlu merasa takut akan hari esok karena jatuh itu bukanlah sebuah kejahatan yang akan membuat lo dihukum dengan hukuman berat. Nikmati hari ini, entah itu dengan kesedihan ataupun kebahagiaan.
Lo juga nggak perlu, tuh memikirkan hal-hal yang nggak penting. Tenang, itu semua nggak akan terjadi, kok. Kalaupun terjadi? Kan nanti ada bangkit yang bakal datang. Lo gak akan jatuh selamanya.
Lo juga harus tidur yang nyenyak, butuh energi bahkan untuk bersedih sekalipun. Iya, nggak?
Terus yang terakhir, uang bisa dicari. Tapi momen bahagia dengan orang-orang di sekitar lo itu lebih berarti. Jadi, nggak usah takut kehabisan uang.
Sadar atau engga, kita adalah salah satu dari 'Mereka' di mata orang lain. Bukan lo aja yang hidupnya paling menderita, setiap orang juga menderita. Tapi kenapa ketika sedang menderita, orang-orang malah terlihat lebih bahagia?
Iya, kenapa?
Sekarang gue tanya lagi.
Gimana, rasanya jadi Mereka?
Semua jawabannya ada pada diri lo sendiri.