Ada yang Sedang Tidak Baik-Baik Saja.


Lagi-lagi gue merasa dikhianati oleh ekspektasi sendiri.

Entah sudah untuk yang keberapa. Namun, kali ini rasanya cukup menampar hati.

Mungkin memang gue saja yang terlalu gegabah dan salah mengartikan segala hal, menganggap hal biasa yang terjadi selama beberapa hari ini dengan begitu berlebihan.

Kadang, gue merasa sangat bodoh, bisa-bisanya memiliki ekspektasi terlalu tinggi. Padahal, seharusnya ada batasan-batasan yang tidak boleh gue lewati.

Dulu gue sudah mengingatkan diri sendiri akan sakitnya jatuh ketika gue berekspektasi terlalu tinggi, dan sudah menyiapkan hati jika memang hal ini kejadian nantinya.

Tapi, siapa sangka, kalau nyatanya setelah benar-benar terjadi, rasanya malah semengecewakan ini?

Segala persiapan yang telah dilakukan oleh hati gue terhadap rasa sakit itu seakan sia-sia karena ternyata, rasanya kecewa, bukan sakit.

Jujur, gue merasa bodoh.

Dan dalam taraf ini, kembali muncul pertanyaan di kepala gue.

Apakah gue pantas berekspektasi setinggi itu?

Memangnya gue siapa?

Apa yang dimiliki oleh diri gue sehingga gue berani untuk berekspektasi setinggi itu?

Lagi-lagi gue belajar hal baru bahwa ternyata, sebuah kalimat dapat memberikan pengaruh yang begitu hebatnya kepada diri sendiri.

Mungkin memang, ada beberapa hal dan fakta yang lebih baik tidak diketahui jika ujung-ujungnya malah membuat penyakit hati.

Untuk diriku, maaf sudah berkali-kali membuatmu kecewa karena ekspektasi yang terkadang suka tidak tahu diri.

Dan yang paling aku benci, aku tidak bisa berjanji bahwa hal ini tidak akan terjadi lagi.

Maaf. Aku sedang tidak baik-baik saja.